Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

20090702

Bakteri E Coli - Sumber Energi Masa Depan


Escherichia Coli telah dikenal sebagai mikroba yang berkaitan dengan keterbuangan atau keracunan makanan. Tapi menurut Prof Thimas Wood, Departemen Teknik Kimia Universits Texas memiliki opini yang mengejutkan untuk bakteri ini. Menurutnya E.Coli dapat dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan hidrogen dengan jumlah yang berarti, bahkan dapat memproduksi sekitar 140 kali hidrogen yang diproduksi oleh proses alam. Penemuan ini dapat dipandang sebagai batu loncatan untuk ekonomi berbasis hidrogen di masa depan. Terbarukan, bersih dan efisien adalah kata kunci dari teknologi fuel cell. Kini hidrogen umumnya diproduksi melalui proses "pemecahan air". Proses ini membutuhkan penggunaan energi yang besar dan mahal. E. Coli sendiri telah digunakan sebelumnya dalam produksi hormon insulin dan pembuatan vaksin. Prof Wood dan timnya telah mentransformasi bakteri-bakteri ini menjadi pabrik hidrogen mini, dengan menghapus enam gen spesifik dari DNA E. Coli. Pabrik ini membutuhkan pasokan energi dari gula. Kecepatan mengkonversi gula yang alamiah dari E Coli ditingkatkan berkali-kali lipat. E. Coli memiliki 5000 gen yang dapat bertahan bahkan dalam kingkungan yang kurangmendukung. Hidrogen dapat diproduksi melalui proses fermentasi, tapi menurut Prof Wood ini tidak membutuhkan mesin yang kompleks untuk pemanasan yang ekstensif atau listrik yang banyak. Reaktor yang beliau desain beratnya kurang dari 250 galon bahan bakar yang dapat mensuplai hidrogen untuk rumah untuk penggunaan 24 jam.

Perkembangan Emosional Remaja


Dalam literatur klasik psikologi, emosi merupakan reaksi (kejiwaan) yang muncul lantaran adanya stimulan. Emosi yang sangat fruktuatif (mudah berubah) terjadi pada masa remaja. Remaja sering tidak mampu memutuskan simpul-simpul ikatan emosional kanak-kanaknya dengan orang tua secara logis dan objektif. Dalam usaha itu mereka kadang-kadang harus menentang, berdebat, bertarung pendapat dan mengkritik dengan pedas sikap-sikap orang tua (Thomburg, 1982). Meskipun hal ini sulit dilakukan namun dalam upaya pencapaian kemandirian yang optimal terhadap diri remaja maka upaya tersebut harus ditempuh.

Fenomena ini menarik untuk dicermati, sebab perilaku anak remaja tersebut bila ditinjau dari perspektif psikologis merupakan upaya pelepasan dirinya dari keterikatan-keterikan orang tua yang dirasa terlalu membelenggu, ia berusaha mandiri secara emosi, dan tidak lagi menjadikan orang tua sebagai satu-satunya sandaran dalam pengambilan keputusan. Ia memutuskan sesuatu atas dasar kebutuhan dan kemampuan pribadi, walaupun pada suatu saat masih mempertimbangkan kepentingan dan harapan orang tua.

Bagi remaja, tuntutan untuk memperoleh kemandirian secara emosional merupakan dorongan internal dalam mencari jati diri, bebas dari perintah-perintah dan kontrol orang tua. Remaja menginginkan kebebasan pribadi untuk dapat mengatur dirinya sendiri tanpa bergantung secara emosional pada orang tuanya. Bila remaja mengalami kekecewaan, kesedihan atau ketakutan, mereka ingin dapat mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapinya. Meskipun remaja dapat mendiskusikan masalah-masalahnya dengan ayah atau ibunya, tetapi mereka ingin memperoleh kemandirian secara emosional dengan mengatasi sendiri masalah-masalahnya dan ingin memperoleh status yang menyatakan bahwa dirinya sudah dewasa.

Perkembangan kemandirian emosional remaja, tidak terlepas dari penerapan pengasuhan orang tua melalui interaksi antara ibu dan ayah dengan remajanya. Orang tua merupakan lingkungan pertama yang paling berperan dalam pengasuhan anak remajanya, sehingga mempunyai pengaruh yang paling besar pada pembentukan kemandirian emosional remaja. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan seperti I Nyoman Karna (2002), Miftahul Jannah (2004), Risa Panti Ariani (2004) menunjukkan bahwa gaya pengasuhan orang tua yang harmonis, hangat, penuh kasih sayang (authoritative) menunjang perkembangan kemandirian emosional remaja, namun sebaliknya gaya pengasuhan yang penuh dengan tuntutan, orang tua tidak perhatian, penuh dengan sanksi, tidak pernah melibatkan anak dalam pengambilan keputusan akan menghambat perkembangan kemandirian remaja khususnya kemandirian emosional artinya remaja tidak mampu melepaskan diri dari ketergantungan dan keterikatan secara emosional dengan orang tua.

Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.

Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.

Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku "pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar.

Untuk mendapatkan kebebasan emosional, remaja mencoba merenggangkan hubungan emosionalnya dengan orang tua; ia harus dilatih dan belajar untuk memilih dan menentukan keputusannya sendiri. Usaha ini biasanya disertai tingkah laku memberontak atau membangkang. Dalam hal ini diharapkan pengertian orang tua untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat menindas, akan tetapi berusaha membimbingnya secara bertahap. Usahakan jangan menciptakan suasana lingkungan yang lain, yang kadang-kadang menjerumuskannya. Anak menjadi nakal, pemberontak dan malah mempergunakan narkotika (menyalahgunakan obat).

Sehatnya Berjalan Kaki



6 - 10 MENIT
Denyut jantung meningkat dari 100 hingga 140 detak per menit. Kalori yang terbakar setiap menit juga meningkat, menjadi 6 kalori per menit. Tekanan darah yang sedikit meningkat diantisipasi dengan pelepasan bahan kimia yang memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu, darah dan oksigen yang mengalir juga lebih banyak, terutama untuk menggerakkan otot.



11 - 20 MENIT
Suhu tubuh mulai naik, dan kamu mulai berkeringat. Seiring dengan itu, pembuluh darah dekat kulit juga melebar karena melepaskan panas. Ketika langkah kaki semakin cepat, kalori yang terbakar bertambah hingga 7 kalori setiap menitnya, dan napas pun semakin berat. Hormon2 seperti epinephrine dan glucagon, yang berfungi mengatur metabolisme karbohidrat, protein dan lemak akan meningkat karena melepaskan bahan bakar untuk otot.

21 - 45 MENIT
DI menit terakhir ini, tubuh kamu akan merasa segar, rileks dan FRESH!. Seiring dengan itu, tubuh juga melepaskan ketegangan. Ini karena terjadi pelepasan senyawa kimia seperti endorphin dalam otak. Selain itu, lemak yang terbakar juga semakin banyak, insulin (yang membantu menyimpan lemak) menurun. Olahraga jalan kaki ini sangat baik buat kamu2 yang mempunyai masalah dengan kelebihan berat badan atopun diabetes.

20090701

Tanpa orgasme bisa hamil


Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi

Kehamilan bukan ditentukan oleh orgasme atau tidaknya istri, melainkan oleh subur atau tidaknya suami dan istri sebagai satu pasangan. Karena itu, jika yang diinginkan adalah orgasme, temukan apa yang menjadi faktor penyebab tidak terjadinya orgasme. Jika ingin hamil, suami juga harus diperiksa.

Tergantung Kesuburan

Kalau saya boleh menduga, tampaknya Anda ingin segera hamil, tetapi Anda menghubungkan dengan tiadanya kenikmatan seksual (orgasme) setiap melakukan hubungan seksual. Padahal, tidak ada kaitan antara kemampuan menjadi hamil dengan kemampuan mencapai orgasme.

Itu berarti seseorang yang tidak dapat atau tak pernah mencapai orgasme mungkin saja dapat hamil. Di sisi lain, seseorang yang mampu atau selalu mencapai orgasme mungkin saja mengalami hambatan hamil.

Kemampuan wanita mencapai orgasme ditentukan oleh komunikasi dengan pasangan, rangsangan yang diterima baik fisik maupun psikis, keadaan kesehatan tubuh, faktor psikis, dan fungsi seksual pasangannya. Kalau faktor yang menentukan tersebut mengalami hambatan, orgasme akan terhambat. Sebaliknya, kalau faktor tersebut mendukung, orgasme dapat tercapai.

Kalau sejak menikah Anda tidak pernah mencapai orgasme, mungkin penyebabnya adalah salah satu atau lebih faktor di atas. Berarti kalau faktor penyebab tersebut diatasi, Anda akan dapat mencapai orgasme.

Namun, kegagalan mencapai orgasme, tidak berarti Anda juga mengalami kegagalan menjadi hamil. Terjadinya kehamilan ditentukan oleh keadaan kesuburan suami dan istri sebagai satu pasangan.

Kalau keadaan kesuburan kedua pihak baik, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menjadi hamil. Tentu saja kalau tidak terjadi hambatan pada hubungan seksual, khususnya pada saat subur wanita. Hubungan seksual di luar masa subur tidak mungkin menghasilkan kehamilan.

Suami Periksa

Pasangan suami istri dianggap sebagai pasangan tidak subur (infertil) kalau kehamilan belum terjadi walaupun telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama satu tahun tanpa kontrasepsi. Hanya saja, memang baik memeriksakan kesuburan walaupun belum tergolong sebagai pasangan infertil.

Untuk menentukan kesuburan pada pria, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan sperma. Bila diperlukan, lakukan juga pemeriksaan hormon dan pemeriksaan laboratorium yang lain. Pada wanita, kesuburan dilihat dengan mengetahui ada tidaknya sel telur dan normal tidaknya sistem reproduksi, khususnya mulut rahim, bagian dalam rahim, dan saluran telur.

Pertanyaan yang perlu dijawab ialah pemeriksaan apa saja yang telah Anda alami dan apakah sudah benar dan memadai untuk menentukan keadaan kesuburan dan ada tidaknya gangguan pada sistem reproduksi. Demikian juga yang dialami oleh suami Anda.

Mengenai sperma yang keluar kembali dari vagina, itu sesuatu yang wajar. Tentu saja sperma akan keluar kembali dari vagina. Kalau tidak keluar kembali, ke mana perginya cairan sperma itu? Untuk terjadi kehamilan diperlukan sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan sperma.

Mengenai posisi rahim (uterus) memang dapat berpengaruh untuk terjadinya kehamilan, apalagi kalau sampai mempengaruhi letak mulut rahim. Posisi retroversi berarti posisi rahim menuju ke arah belakang. Namun, perlu diketahui seberapa besar perubahan tersebut dan apakah mempengaruhi letak mulut rahim.

Anda dapat meminta penjelasan lebih jauh kepada dokter yang memeriksa. Pengaturan posisi hubungan seksual diperlukan terutama untuk menyesuaikan dengan letak posisi mulut rahim.

Bisa tidaknya Anda punya anak tentu tergantung juga pada keadaan kesuburan suami. Karena itu suami juga mutlak perlu diperiksa. Justru pemeriksaan kesuburan pria lebih mudah dilakukan. Masalahnya, masih banyak orang yang menganggap terjadinya kehamilan adalah urusan wanita, bukan pria.

Seks di akhir pekan


Penentu Frekuensi

Frekuensi hubungan seksual ditentukan oleh dorongan seksual, rangsangan seksual yang diterima, keadaan kesehatan tubuh dan ada tidaknya hambatan psikis. Sedangkan dorongan seksual ditentukan oleh hormon testosteron, keadaan kesehatan, faktor psikis, dan pengalaman seksual sebelumnya.

Kalau terdapat hambatan terhadap faktor yang mempengaruhi di atas, maka frekuensi hubungan seksual menurun. Sebagai contoh, kalau dorongan seksual menurun, dengan sendirinya frekuensi hubungan seksual menurun pula. Bila terjadi kejenuhan terhadap suasana yang monoton, frekuensi juga menurun.

Sebaliknya kalau faktor di atas baik, maka frekuensi meningkat. Contohnya, bila dorongan seksual baik maka keinginan melakukan hubungan seksual juga meningkat sehingga frekuensi pun meningkat.

Bila rangsangan seksual yang berasal dari pasangan cukup kuat, baik secara fisik maupun psikis, maka keinginan melakukan hubungan seksual juga meningkat. Sebaliknya, bila rangsangan yang berasal dari pasangan menurun, misalnya karena hambatan komunikasi atau hilangnya daya tarik fisik, maka dorongan seksual menurun dan frekuensi menurun juga.

Wajar Menurun

  • Kalau Anda mengalami penurunan dalam frekuensi hubungan seksual, itu dapat dimengerti. Memasuki usia pertengahan, wajar kalau frekuensi hubungan seksual menurun karena beberapa hal di atas.

Mungkin keadaan kesehatan tubuh tidak sebaik sebelumnya. Apalagi kalau terdapat gangguan kesehatan yang mungkin tidak Anda sadari, misalnya kadar kolesterol yang tinggi atau diabetes (kencing manis).

Pada usia pertengahan, hambatan psikis pada umumnya muncul antara lain karena kejenuhan dengan suasana bersama pasangan, beban kerja yang semakin meningkat dan tekanan mental.

Tidak ada ketentuan harus berapa kali hubungan seksual dilakukan pada usia pertengahan. Berapa kalipun boleh saja dilakukan asal sesuai dengan kemauan, kemampuan dan kesepakatan dengan pasangan. Demikian juga dengan lamanya melakukan hubungan seksual, jangan ditentukan berdasarkan waktu.

Prinsipnya, hubungan seksual dilakukan untuk kepuasan bersama. Jadi kalau merasa sama-sama sudah cukup puas, berarti hubungan seksual itu harmonis, berapa pun lamanya.

Kalau Anda ingin menambah frekuensi hubungan seksual, perhatikan faktor yang mempengaruhinya. Kalau tidak ada faktor yang mendukung, maka frekuensi sulit ditambah. Hal yang juga penting ialah, apakah istri Anda pun menginginkan hubungan seksual lebih sering atau tidak?

Frekuensi seks sering hambat kehamilan


Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi Ada anggapan semakin sering hubungan seksual dilakukan, berarti semakin tinggi pula kemungkinan terjadi kehamilan. Padahal, frekuensi yang sering justru menurunkan kualitas dan kuantitas sel spermatozoa, sehingga menghambat kehamilan. Dua kali seminggu Pasangan yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama setahun, pada umumnya telah mengalami kehamilan. Hanya sebagian kecil yang belum hamil. Oleh karena itu, pasangan yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur tetapi belum hamil dalam satu tahun digolongkan sebagai pasangan tidak subur atau infertil. Hubungan seksual tentu mutlak diperlukan untuk terjadinya kehamilan. Namun, hanya hubungan seksual yang berlangsung pada saat subur wanita yang mungkin menimbulkan kehamilan. Hubungan seksual yang teratur dalam kaitan dengan terjadinya kehamilan ialah sekitar dua kali seminggu. Dengan frekuensi ini, kuantitas dan kualitas sperma cukup baik untuk dapat membuahi sel telur. Dengan frekuensi yang teratur, pada suatu saat hubungan seksual akan berlangsung pada saat subur istri. Sebaliknya, kalau hubungan seksual terlalu sering, kuantitas dan kualitas sel spermatozoa akan menurun, sehingga terjadi hambatan dalam membuahi sel telur. Oleh karena itu, saran agar Anda lebih sering melakukan hubungan seksual, saya pikir tidak benar. Bukan berarti bahwa semakin sering melakukan hubungan seksual akan semakin cepat terjadi kehamilan. Walaupun hubungan seksual Anda hanya sekali seminggu, kalau tepat pada masa subur, mungkin saja terjadi kehamilan. Frekuensi seksual 4-5 kali seminggu seperti disarankan teman Anda, saya pikir tidak baik bagi kuantitas dan kualitas sel spermatozoa. Dengan frekuensi yang sering itu, ketika saat subur Anda tiba, sel spermatozoa sedang dalam keadaan tidak normal, baik kuantitas maupun kualitasnya. Akibatnya, pembuahan terhambat dan kehamilan tidak terjadi. Suami di Atas Tentu saja pengaturan hubungan seksual ini menjadi tidak berguna bila terdapat gangguan kesuburan pada diri Anda atau suami. Kalau kesuburan salah satu pihak atau kedua pihak mengalami gangguan, kehamilan mengalami hambatan, bahkan tidak mungkin terjadi. Untuk mengetahui keadaan kesuburan Anda dan suami, tentu diperlukan pemeriksaan yang benar. Mengenai posisi hubungan seksual, kalau tidak terjadi variasi letak mulut rahim, suami di atas merupakan posisi paling efektif untuk menghasilkan kehamilan. Namun, kalau terjadi variasi letak mulut rahim, diperlukan juga variasi posisi hubungan seksual. Saya sarankan Anda dan suami berkonsultasi lebih jauh dan mendapat pemeriksaan untuk mengetahui keadaan kesuburan. Walaupun Anda dan suami masih berusia muda, bukan tidak mungkin mengalami gangguan kesuburan oleh sebab tertentu. Banyak faktor yang dapat mengganggu kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Tidak sedikit pasangan berusia muda mengalami gangguan kesuburan karena berbagai sebab yang acapkali tidak disadari. Melalui pemeriksaan dapat diketahui adanya gangguan kesuburan dan apa penyebabnya. Dengan demikian, dapat dilakukan upaya pengobatan yang benar.

Hindari celana ketat untuk wanita


Secara kodrati perempuan adalah sosok yang unik.

Keadaan itu tampak jelas dari organ-organ tubuh yang dimilikinya. Ada payudara, vagina, rahim, hormon estrogen dan progesteron. Dengan organ-organ ini perempuan mengalami haid, melahirkan, dan menyusui.

Fungsi-fungsi reproduksi inilah yang membuatnya istimewa dan khas. Demi memelihara kesehatan dan fungsi itu, organ reproduksi harus diperlakukan secara khusus. Perlakuan istimewa itu merupakan hak dan kebutuhan kaum perempuan.

Hindari pemakaian celana ketat karena dapat mempercepat terjadinya kondisi lembab dan memberi peluang tumbuhnya jamur.

Berikut ini beberapa langkah tepat untuk memelihara kesehatan alat reproduksi, menurut Dr. Asri, Sp.OG

Jaga organ intim agar tidak lembab, setelah buang air kecil atau buang air besar, bilas vagina sampai bersih kemudian keringkan sebelum memakai celana dalam. Usahakan agar daerah kemaluan dan selangkangan selalu kering, lebih-lebih bila kita tergolong gemuk. Suasana lembab sangat disukai jamur.

Saat mencuci vagina, bilas dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina, lebih baik air untuk mencuci langsung ditadah dari kran biasa atau kran semprot. Air yang terkumpul di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi spora, jamur, kuman, atau urin orang lain.

Bila menggunakan kertas tisu, Anda harus hati-hati. Lendir dan air memang terserap, tapi hendaknya diingat bahwa tidak semua tisu terjamin kualitasnya. Tisu yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur kalau proses pembuatannya kurang baik.

Hindari pemakaian celana dalam maupun celana luar yang ketat karena dapat mempercepat terjadinya kondisi lembab dan memberi peluang tumbuhnya jamur.

Saat menstruasi, ganti pembalut beberapa kali sehari. Darah yang keluar bisa menjadi media tumbuhnya kuman.

Gunakan cairan khusus pembersih vagina bila memang ada infeksi di daerah kemaluan.

Lakukan hubungan seksual hanya dengan satu orang. Sebab, sering berganti pasangan akan menambah kemungkinan terinfeksi.

10 Hal Ihwal Tambah Darah

Lebih separuh anak sekolah kita baru-baru ini diberitakan kekurangan darah. Belum terungkap berapa banyak orang dewasa. Namun, melihat penampilan rata-rata pekerja kita, tampaknya bukan tak mungkin sama kekurangan darah juga. Apa kiat-kiat menambah darah, kita bicarakan di bawah ini.


1. Kurang darah bukan darah rendah. Anggapan darah rendah sama dengan kurang darah masih muncul dari mulut pasien sampai hari. Mereka yang darah rendah belum tentu kurang darah. Sebaliknya, mereka yang kurang darah bisa jadi tekanan darahnya normal. Bukan tak mungkin yang darah rendah sekaligus juga kurang darah. Bukan mustahil yang kurang darah ternyata mengidap darah tinggi.

Berapa patokan orang yang disebut kurang darah? Kurang darah atau anemia satuannya hemoglobin (Hb). Pada mereka yang mengidap kurang darah, kadar Hb-nya berada di bawah normal. Normal Hb sekitar 12 g%. Jika nilai Hb seseorang di bawah itu, ia dinyatakan anemia.

Mereka yang kadar Hb-nya kurang dari 12 g% bisa saja tensinya normal 120/80 mmHg, atau mungkin bisa juga lebih rendah dari itu, atau siapa tahu, bisa juga lebih tinggi. Sudah disebut kasus anemia, tetapi mengidap hipertensi, bukan hal yang aneh.

2. Penyebab anemia lebih dari satu. Membaca hasil laboratorium Hb di bawah normal, belum tentu dokter langsung bisa menetapkan apa jenis obatnya karena penyebab anemia bukan cuma satu.

Untuk melacak apa jenis anemianya, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium ”darah besar”. Dari situ akan tampak berapa jumlah sel darah merah (erythrocyt), berapa ukuran dan jenis sel darah merahnya, dan adakah sel darah merah abnormal. Dengan mengamati pemeriksaan ”darah besar”, dokter baru dapat mendiagnosis anemianya.
Terapi kasus anemia baru akan berhasil tuntas apabila penyebab anemianya sudah terlacak. Hanya menambah darah saja (dengan obat atau transfusi darah) tanpa menganalisis apa penyebabnya, anemia yang sudah dikoreksi, akan kembali anjlok lagi bila penyebabnya belum diatasi.

Penyakit cacing, misalnya, merupakan salah satu penyebab anemia kurang zat besi (anemia defisiensi besi). Hanya memberi pil zat besi saja tanpa membasmi cacingnya, anemianya untuk sementara mungkin bisa saja pulih. Namun, selama cacingnya tetap diternak di perut, kondisi anemianya akan kembali kambuh lagi.

3. Terapinya dengan suplemen yang tubuh menderita kekurangan, atau dengan transfusi darah. Semua kasus anemia kekurangan zat gizi, perlu suplemen gizi. Tergantung apa zat gizi yang kurang dalam tubuh, zat gizi itu suplemen yang perlu ditambahkan.
Selain kekurangan zat gizi (zat besi, protein, asam folat, vitamin B12), anemia juga bisa disebabkan oleh bukan kekurangan zat gizi, seperti bila terserang kanker darah (leukemia), penyakit menahun, dan beberapa kondisi penyakit lainnya.

Namun, tidak begitu halnya dengan anemia yang bukan disebabkan oleh kekurangan zat gizi. Perdarahan yang banyak dalam waktu singkat (masif), seperti kasus cedera kecelakaan, perdarahan rahim, aborsi, perdarahan organ dalaman (termasuk kasus demam berdarah syok), jenis kasus yang tak dapat diatasi hanya dengan diberi obat. Kasus demikian memerlukan transfusi darah karena yang berkurang volume darahnya (hypovolemia).

Sirkulasi darah yang berkurang volume darahnya secara dadakan perlu segera dikoreksi agar tidak jatuh ke dalam syok. Untuk itulah transfusi pilihannya. Setelah gangguan sirkulasi darah teratasi, baru dikoreksi apa penyebab kehilangan volume darahnya. Komplikasi tifus bisa terjadi kebocoran usus, sehingga muncul gawat darurat perut.

4. Tak cukup makan hati goreng atau mengonsumsi dadih. Ya, anemia di negara sedang berkembang seperti di kita, kebanyakan memang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Itu sebab di masyarakat tumbuh anggapan yang tidak selalu benar, bahwa bila kurang darah perlu lebih sering makan hati goreng atau dadih ayam.

Seperti sudah disebut, anemia bukan melulu kekurangan zat besi, melainkan bisa juga disebabkan oleh kekurangan zat gizi lain, seperti protein, asam folat, atau vitamin B12.
Sudah disebut pula kalau dari pemeriksaan laboratorium ”darah besar” akan terbaca apa jenis anemianya, dan sekaligus apa pula penyebabnya. Anemia kekurangan asam folat dan kekurangan vitamin B12 secara spesifik akan terlihat dari sifat sel darah merahnya. Bentuk sel darah merahnya bersifat khas. Pada kasus demikian, dengan suplemen asam folat dan vitamin B12, anemia jenis ini akan terkoreksi.

Tidak semudah itu menanggulangi kasus anemia kekurangan zat besi. Memang anemia defisiensi zat besi dapat terlihat dari sifat dan bentuk sel darah merahnya. Namun, penyebab anemia kekurangan zat besi lebih dari satu. Mungkin disebabkan cacing perut.
Kita tahu, cacing perut sendiri pada manusia paling sering jenis cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, cacing cambuk, dan beberapa jenis cacing lainnya. Perlu memeriksa tinja pasien di laboratorium terlebih dulu untuk melihat apa jenis cacing penyebabnya. Tanpa membasmi cacing penyebabnya, setelah anemianya dikoreksi, masih ada kemungkinan anemianya bisa kambuh lagi bila cacing penyebabnya belum dibasmi.

5. Waspada bila mengidap wasir. Kekurangan darah untuk waktu lama juga bisa disebabkan kalau kita memelihara penyakit wasir. Wasir yang sering berdarah, kendati hanya sedikit-sedikit, bisa berujung anemia juga. Jenis anemianya, biasanya jenis anemia kekurangan zat besi. Agar anemia tidak berkepanjangan, selain anemianya segera dikoreksi, wasirnya pun harus disembuhkan pula.

6. Kalau menstruasi lebih dari normal. Ada wanita yang volume menstruasinya lebih dari normal (metrorhagia). Volume darah bulanannya terbuang melebihi normal. Kalau normalnya paling banyak 200 ml saja sepanjang satu siklus haid, pada yang berlebihan jauh di atas volume itu. Risiko menjadi anemia pada kasus demikian umumnya lebih besar.
Itu berarti untuk kasus-kasus semacam itu perlu lebih banyak asupan sumber makanan yang kaya akan zat besi (ati ayam, bit, bayam), selain melakukan koreksi terhadap haid yang berlebihan. Termasuk bila kanker leher rahim yang sudah berdarah penyebab anemianya.

7. Jangan lupa bila keranjingan minum obat sembarangan. Ada jenis obat-obat tertentu yang bersifat ”makan darah”, khususnya obat encok, atau obat tradisional (jamu) yang belum jelas efek samping atau efek racunnya.
Mereka yang suka berobat ke sinse, atau kepada penyembuh tradisional, sering menjadi korban keracunan obat. Beberapa jenis obat tradisional di Jepang dan di Korea Selatan ditarik dari peredaran, lantaran sifat racunnya, selain merusak darah.

8. Mereka yang mengidap gagal ginjal juga cenderung menjadi anemia. Fungsi ginjal yang melemah sehingga menjadi payah ginjal hampir selalu mengalami kondisi anemia juga. Anemia di sini umumnya sukar dikoreksi, karena ginjal merupakan organ yang berperan dalam proses haematopoesis juga, atau organ pembentuk sel darah.

9. Pasien dengan kelainan darah. Ada beberapa jenis kelainan darah, seperti talasemia, tergolong pasien yang terancam anemia juga. Pada kasus demikian sel darah merahnya abnormal, sehingga lekas pecah dan rusak. Transfusi perlu dilakukan secara berkala, selain harus menanggung risiko memikul kelebihan zat besi dalam tubuh akibat timbunan zat besi oleh penghancuran sel darah merah yang berlebihan.
Akibat sel darah merah bersifat abnormal, maka lebih mudah rusak dan pecah, sehingga zat besi yang dikandungnya membanjir dalam darah (hemosiderosis). Keadaan begini tak menyehatkan tubuh. Kelebihan ini perlu secara berkala dinetralisasi.

10. Pasien pengidap penyakit menahun. Khususnya kasus TBC, umumnya terancam anemia juga. Maka selain mengobati TBC-nya, perlu melakukan koreksi terhadap anemianya jika sudah terjadi. Demikian pula halnya dengan kasus batu ginjal yang sudah sering kencing darah, atau pada mereka yang mengidap infeksi usus menahun (amoeba atau basiler disentri), kanker usus, dan penyakit kanker umumnya.

Pasien TBC paru-paru yang sudah sering batuk darah, juga terancam anemia, selain bila TBC-nya tumbuh di saluran pencernaan, yang disertai perdarahan usus. Banyak ibu hamil di Indonesia yang mengidap anemia, akibat asupan nurisi hariannya relatif berkurang selama kehamilan.

Pengaruh anemia sangat luas terhadap kesehatan. Selain kinerja harian menurun, banyak akibat buruk yang ditimbulkan oleh kondisi anemia. Anemia sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit yang mendasarinya.

Kehamilan dengan anemia, berisiko terjadi perdarahan pasca persalinan, selain anak lahir dengan berat badan rendah. Anak dengan anemia, rendah daya tangkap dan penyerapan pelajarannya. Pengidap anemia cenderung lekas letih, lesu, lelah, dan gampang tertidur.
Terapi anemia bukan dengan obat kuat sebagaimana dikira orang, melainkan sesuai dengan apa jenis anemianya, dan apa penyebab anemianya. Iklan obat yang menjanjikan tambah darah belum tentu sesungguhnya benar menyembuhkan anemia.

Obat-obat golongan tonikum, hanya memberikan sensasi segar belaka bagi mereka yang mengeluh lemah-letih-lesu. Bila pun benar ada zat besi di dalam sebuah tonikum, belum tentu menyembuhkan kasus kurang darah yang bukan disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Obat-obat tambah darah yang sejati itu sesungguhnya hanya berasal dari menu harian yang bergizi (protein, vitamin-mineral-elemen), bukan minuman penyegar (smart drink) semacam yang banyak diiklankan itu.

Barang tentu tidak serta-merta semua kasus kurang darah anemia akan tokcer bila diberikan obat penambah darah dari warung yang umumnya hanya berisi zat besi (sulfas ferosus). Hanya kasus anemia kekurangan zat besi yang bisa mempan diatasi obat penambah darah warung, tetapi tentu tidak untuk kasus anemia kurang darah jenis lainnya. Jenis kurang darah tanggung bulan, misalnya.

Gigi Gemerutuk Sewaktu Tidur , Bruxism


Sebagaimana halnya dengan kasus tidur mengorok, bukan isapan jempol, di Australia ada seorang istri minta cerai gara-gara gigi suami suka ”ribut” saban kali tidur. Itu cerita dulu, ketika dokter bingung bagaimana menangani teeth grinding, gigi “kreot-kreot” sewaktu tidur.

Cerita yang sama dialami Bu Kar., 40 tahun. Dari sejak kawin, gigi suaminya ”kreot-kreot”. Saking kerasnya suara gigi baku beradu itu, tak jarang membangunkan Bu Kar. dari tidurnya. Ini bukan kejadian sekali-dua. ”Masak harus terus pisah ranjang terus!” katanya.
Bu Kar. bertanya kepada dokter bagaimana solusi punya kebiasaan mengganggu seperti itu. Adakah obat, cara, atau siasat lain, agar kebiasaan ”teror” malam hari itu tidak sampai membangunkan tetangga seranjang, tetapi dokter angkat tangan.

Sukar dikontrol
Ya, sindroma sendi rahang (temporomandibular jaw syndrome) sering jadi masalah besar karena memang tidak mudah dikontrol, dengan cara apa pun. Bukan hanya sampai pada masa kecil dan remaja kebiasaan merusak gigi sendiri itu akan selesai. Pada umurnya yang sudah hampir paruh baya, mulut suami Ibu Kar. masih doyan berisik kalau lagi tidur.

Tidak ada obat penenang apa pun yang bisa mengerem kebiasaan yang berlangsung tanpa disadari. Si pengidap tidar sadar kalau tidurnya suka ribut sendiri begitu. Tetangga tidurnya yang tobat, tak cukup sekadar punya rasa cinta dan bertenggang rasa belaka.

Terganggu tidur tidak ada urusan dengan rasa kasih. Cinta atau tidak cinta, suara keras gigi beradu, tak segan mengganggu tidur orang yang paling mencintai sekalipun. Untuk itu nyaris ”tiada maaf, Mas!”

Pernah beberapa kali Ibu Kar. mencoba membebat rahang suaminya dengan kain. Namun, tetap saja suaranya berisik, tak bisa disumbat dengan cara itu. Ibu Kar. masih tetap terganggu dari tidurnya. Konon, ia sudah kehilangan cara mencari terapi tepat dan ternyata tidak berhasil. Ia harus toleran dan menerima kenyataan bahwa tidur malamnya tidak akan bisa ayem terus.

Komplikasi Gigi-Geligi

Bukan cuma mengganggu tetangga tidur, gemeretuk tidur malam juga merusak gigi-geligi. Permukaan enamel gigi akan aus, menipis, dan bisa jadi retak. Kekuatan gemeretuk gigi amat keras, sehingga suaranya terdengar memilukan, yang tak bisa diterima normal oleh telinga. Sungguh mengerikan, seakan gigi tergosok batu.

Gesekan gigi-geligi digoyang oleh gerakan rahang bawah, mirip kambing sedang memamah rumput. Rata-rata pengidap bruxism permukaan giginya tidak sempurna lagi. Lapisan bening mengkilap giginya sudah hilang, dan tampak kasar. Gigi yang sudah begini tentu lebih rentan keropos, selain menjadi goyang bila jaringan gusi sudah semakin longgar dengan bertambahnya usia.

Ibu Kar. melihat kondisi seperti itu pada gigi suaminya, terutama gigi geraham, atas dan bawah. Sang suami menyadari betul kesengsaraan istri selama tidur bertetangga dengannya. Masalahnya, istri tak tega meninggalkan suami tidur sendiri.

Pernah diatur agar istrinya tidur lebih dulu supaya suara mengganggu itu tidak menghalangi proses jatuh tidurnya. Tetap saja, kendati sudah terlelap tidur, suara gaduh dari gigi-geligi lebih kuat dari kedalaman tidur istri, sementara sang suami yang giginya gaduh enjoy tidur saja.

Komplikasi bukan cuma pada gigi-geligi. Lama-kelamaan bisa juga muncul keluhan pada sendi rahang. Merasa ada rasa nyeri di pangkal rahang, misalnya, tanda bahwa sendi rahang sudah menderita saking kerasnya gerakan rahang sewaktu serangan gemeretuk itu datang dalam tidur.

Rasa nyeri di pangkal rahang juga bisa dirasakan di dalam telinga (bertetangga dengan sendi rahang). Pada beberapa kasus bahkan bisa membuatnya susah tidur (kalau pasangan tidur galak atau menjadi marah akibat bruxism). Pada yang lain mungkin sampai terjadi gangguan dalam makan. Itu semua yang menambah depresi penderita.

Mereka yang ”berbakat” bruxism, serangan gemeretuk giginya menjadi-jadi bila siangnya menghadapi stres yang lebih dari biasanya. Pengalaman stres harian ikut menentukan derajat kekerasan gigi “kreot-kreot”.

Tidur para pengidap bruxism umumnya kurang begitu tenang. Jika diamati, mereka kelihatan gelisah sepanjang tidurnya, tanpa ia sendiri menyadarinya. Sering membolak-balik badannya beberapa saat sekali dalam tidurnya, sembari terus mengeluarkan bunyi tak elok dari mulutnya. Bunyi yang tak mungkin bisa dilakukannya dalam keadaan sadar.

Perlu Protektor Gigi
Sekarang sudah banyak ragam alat pelindung gigi selama tidur. Karena memang belum ada obat yang tepat, yang dilakukan medis hanya memberi perlindungan agar komplikasinya tidak sampai cepat merusak gigi. Ada berbagai bentuk protektor gigi yang dipasang (mirip memakai gigi palsu) selama pengidap bruxism dalam masa tidur.

Dengan pemakaian protektor gigi, selain gigi pengidap tidak lekas rusak, suara yang muncul pun tentu tidak sekeras tanpa pelindung gigi. Oleh karena terbuat dari bahan lunak yang tidak mengganggu selaput lendir mulut, suara gesekan, kendatipun terjadi juga, tidak menimbulkan suara yang mengerikan lagi.

Di Jepang misalnya dibuat sebuah perangkat elektrik, yang diduga dapat menahan gerakan rahang yang tak terkontrol itu. Namun, belum jelas apa berhasil meredam bruxism secara total.

Kendati belum menimbulkan keluhan gigi, pemeriksaan gigi-geligi secara rutin perlu dilakukan pengidap bruxism, sebelum kerusakan gigi menjadi fatal dan tak bisa dikoreksi, telanjur terjadi. Akibat gesekan, sudah disebut, permukaan gigi semakin kehilangan lapisan keras gigi yang melindungi gigi dari ancaman zat kimiawi.
Bila pelindung ini semakin tipis dan bahkan sudah hilang, gigi mudah sekali aus, keropos, dan bolong.

Obat Penenang atau Terapi Jiwa
Di mana-mana para ahli bilang belum tahu apa penyebab seseorang sampai rajin gaduh begitu gigi-geliginya. Namun, faktor stres dituduh menjadi biang keladi. Ada tipe kepribadian orang-orang tertentu yang rentan untuk mengidap gigi gemeretuk.
Orang-orang penggugup, yang hidupnya tegang (tension), atau memiliki sikap kemarahan yang ringan munculnya, frustrasi, agresif, dan merasa dikejar waktu (serba tergopoh-gopoh), dan hidupnya kompetitif, cenderung jadi begitu.

Satu-satunya yang dapat dilakukan pihak medis adalah dengan memberikan obat penenang, antistres. Dengan cara demikian stres sebagai pemicu bruxism bisa diredam, dan diharapkan serangan gemeretuk gigi tidak muncul.

Namun, apakah pengidap bruxism harus terus-menerus bergantung pada obat, di situ masalahnya. Sebagian dokter lebih menyarankan memakai protektor gigi, dan kadang-kadang saja memberi penenang, bila stres hariannya benar-benar lagi angot.
Sebagian pasien mungkin membutuhkan psikoterapi, terapi kejiwaan, atau mengubah perilaku (agresif, pemarah, sikap kompetitif), dengan behavior modification, misalnya. Selain itu dilakukan juga biofeedback, seperti salah satu cara terapi bagi orang yang ingin menghentikan kebiasaan merokok.

Memang tidak mudah mengatasi bruxism. Namun, saya kira, Ibu Kar. tidak bakal sampai menceraikan suami, sebagaimana keputusan seorang istri di Australia. Cinta Bu Kar. pada suaminya, konon kata para tetangga, sudah gula jawa serasa cokelat.

Tujuh Gaya Hidup Mencegah Sakit


Agar sehat, masyarakat butuh dua hal: pemerintah yang bijak dan tertib berpola hidup sehat. Untuk memahami pola hidup sehat, orang tak perlu menjadi dokter. Wawasan sehat diperoleh dari membaca, mendengar, dan menyaksikan uraian kesehatan. Berikut ini beberapa di antaranya.

Orang suka bilang, “Saya tidak takut sakit karena saya punya uang untuk menyembuhkannya.” Pikiran itu tidak sepenuhnya benar. Strategi yang bijak seyogianya bukanlah itu. Lalu bagaimana?

Tidak semua kesembuhan bisa dibeli dengan uang, selain tidak semua penyakit bisa sembuh tanpa menyisakan kecacatan atau kelemahan. Sikap kita terhadap ancaman penyakit, arifnya berikhtiar agar jangan sampai jatuh sakit dan itu masih mungkin kita lakukan.

Ada cerita seorang miliarder rela menyerahkan separuh hartanya untuk mengembalikan kondisi jantungnya yang sudah telanjur sakit. Sayang, seluruh hartanya pun tak sanggup mereparasi penyakit jantungnya karena sudah rusak. Uang sebanyak apa pun tak mungkin memulihkannya. Dari situ kita belajar bahwa untuk sehat perlu investasi, bukan sekadar ongkos.

Penyakit sendiri ada dua kelompok. Yang bisa dicegah dan sebetulnya tak perlu terjadi, dan kelompok penyakit yang harus diterima saja (kelainan gen, cacat bawaan), tetapi bisa dijinakkan. Tubuh seseorang bisa menghadapi keduanya sekaligus.

Namun, seberapa pun besar ancaman penyakit, asal tahu caranya, tak perlu penyakit merongrong secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Cita-cita ideal itu, bukan mustahil bisa kita raih.

Semua penyakit yang bisa dicegah sesungguhnya tak perlu terjadi kalau kita mau berikhtiar. Namun, lebih separuh penyakit yang muncul sehari-hari adalah jenis yang sesungguhnya tak perlu terjadi. Hanya lantaran kita kurang memahami kiatnya, termasuk memahami nutrisi, mencegah infeksi, dan membiarkan lingkungan merusak tubuh, yang tak perlu terjadi itu ternyata merongrong kita.

Salah satu ikhtiar itu ialah sikap ketaatan menjalankan pola hidup sehat. Kiat sehat paling populer dilakukan dengan menjalani tujuh kebiasaan pribadi (Nadra B. Bellock dan Lester Breslow): (1) kebersihan pribadi (2) cukup tidur; (3) makan memadai; (4) tak lupa sarapan; (5) menjaga berat badan ideal; (6) teratur bergerak badan; (7) jauhi rokok.

1. Kebersihan Pribadi

Bahkan di negara maju pun soal mencuci tangan yang benar masih perlu ditata ulang. Mengapa? Karena dari cuci tangan yang tidak benar berpotensi melahirkan banyak masalah kesehatan. Tanpa membasuh tangan dengan benar, kita menjadi sakit yang sebetulnya tak perlu terjadi.

Tak cukup tersentuh air belaka, membasuh tangan yang benar perlu sabun. Kebanyakan kita, alih-alih membasuh tangan secara sehat, sering-sering menyentuh penganan atau langsung duduk di meja makan sebelum tangan terbasuh sempurna.

Bila tangan tak bersih, penyakit perut (faecal-oral) muncul. Termasuk terancam kasus SARS, flu burung, influenza (bisa jadi berasal dari jemari yang menyentuh tombol lift, pegangan pintu, gagang telepon, perabotan di tempat umum, uang, bersalaman). Jemari tangan perlu dibuat steril dari kemungkinan tercemar seperti itu.

Kuman dan virus dari mana-mana umumnya berasal dari luar memasuki tubuh lewat makanan-minuman, liang hidung (mengupil), mengigit jari, menyuap makanan tanpa sendok. Atau makanan dan minuman sendiri (jajanan, restoran, warung nasi) sudah tercemar bibit penyakit sejak awal lantaran pembuat atau penyajinya tidak higienis (rata-rata berasal dari makanan-minuman jajanan mentah, atau tidak panas).

Bibit penyakit juga bisa berasal dari pakaian, sepatu, sandal, rambut, setelah bepergian keluar rumah. Terlebih bila baru kembali dari tempat-tempat umum, pasar, rumah sakit, mal, kendaraan umum. Itu sebab penting membersihkan diri setiap kali habis bepergian. Menukar pakaian luar dan tidak membawanya ke kamar tidur.

Pulang dari bepergian biasakan sandal dan sepatu ditinggalkan di luar kamar, kalau perlu langsung menyiram rambut (jika tidak mau keramas) karena di bagian-bagian itulah segala bibit penyakit dari udara, lantai, kemungkinan sudah melekat.

Perlu membasuh tangan sampai lengan, dan permukaan kulit yang bersentuhan dengan apa saja selama di luar rumah, serta membasuh muka, termasuk membersihkan liang hidung dengan air sabun. Pada bagian-bagian itu kemungkinan bibit penyakit selama berada di luar rumah sudah menempel.

Dengan cara itu serangan flu jenis apa saja serta ancaman semua penyakit saluran pernapasan maupun pencernaan bisa digagalkan. Ongkos menyembuhkan flu atau mencret memang tak seberapa, tetapi aktivitas harian kita jadi terganggu. Itupun kalau tak sampai komplikasi ke paru-paru, sinusitis, congek, atau dehidrasi, sehingga harus masuk rumah sakit. Tak ada ampun bila SARS dan flu burung yang menyerang.

2. Cukup Tidur

Kebutuhan tidur rata-rata sekitar 7-8 jam. Bukan kuantitas semata, lebih mengejar kualitas tidur. Susah tidur atau tak bisa tidur merupakan bagian dari sejumlah penyakit. Bisa sebab penyakit fisik, lebih sering sebab penyakit jiwa. Namun, karena aktivitas pekerjaan atau mengabdi pada hiburan dan kepuasan diri (begadang nonton TV), orang cenderung menjadi kurang tidur.

Tidur bagian penting dari tubuh untuk memulihkan energi, selain mengganti bagian tubuh yang aus atau rusak. Bukan sekadar tidur malam, sekarang terungkap kalau orang juga butuh tidur siang. Studi mutakhir mengungkap itu. Selain menambah bugar, tidur siang bikin panjang umur juga.

Selain oleh penyakit, tidur menjadi tidak sehat juga bila alas tidur dan bantal tidak memenuhi standar kesehatan. Gangguan punggung, leher, sehingga bangun tidur tidak bugar, bisa gara-gara kasur tidur atau bantal yang sudah tak memenuhi syarat.

Untuk memperoleh tidur yang sehat, biasakan jam tidur yang terjadwal. Tubuh kita bisa disetel untuk semua jadwal kegiatan harian, sehingga tertib kerja mesinnya, termasuk jadwal bangun tidur, waktu makan, waktu jeda, dan aktivitas seks juga.

3. Makan Tiga Kali Sehari

Kesehatan kita ditentukan oleh apa yang kita makan juga. Bukan saja frekuensi, kecukupan tubuh akan semua zat gizi perlu terpenuhi porsinya. Semakin bervariasi menu harian, semakin memadai kecukupan zat gizi. Tubuh membutuhkan sekitar 40-an jenis zat gizi. Sebagian bersifat esensial atau tak bisa disediakan oleh tubuh, melainkan harus berasal dari makanan.

Kita butuh makan tiga kali sehari. Namun, bila pola makan harian kita bolak-balik hanya itu-itu saja lagi (monodiet), kecukupan tubuh akan semua zat gizi tidak terpenuhi.

Bukan pula porsi masing-masing zat gizi perlu tepat, kualitas menu juga ikut menentukan terpenuhi tidaknya kecukupan gizi tubuh kita. Bila menu harian tergolong ampas (junk food, menu siap saji), dan konsumsi itu berlangsung terus, lama-kelamaan tubuh akan kekurangan gizi.

Gejala orang modern kurang gizi terjadi sekarang ini. Itu maka produk suplemen makanan-minuman sehat semakin banjir ditawarkan. Kalau saja kita tak keliru memilih menu.

Selain asap rokok, menu yang salah bisa menjadi penyebab kanker terbesar. Menu yang bijak itu proporsional untuk masing-masing zat gizi yang tubuh butuhkan, dari bahan pilihan yang segar, tanpa pengawet, penyedap, pewarna, pemanis buatan (berbahaya), dan dikonsumsi tidak secara berlebihan.

Jadi tak cukup sekadar memenuhi nilai gizi saja bila menunya mengandung zat berbahaya. Apakah sayur mayur yang kita konsumsi tidak tercemar pestisida yang disemprotkan, sehingga orang perlu memilih tanaman organik yang bebas pestisida. Apakah di kulit buah yang kita gerogot tidak tersisa bahan kimia pengawet. Apa zat warna, penyedap, dan pengawetnya tidak berbahaya, dan dalam takaran yang diperkenankan?

Selain itu apakah menu kita diolah secara benar? Apa kita gemar makan acar, ikan asin, beras putih (sosoh), air yang mengandung nitrat tinggi, atau oncom, kacang-kacangan yang tercemar jamur pembuat aflatoxin?

Bahaya menu mewah karena berisi lemak tinggi, tepung, dan gula berlebihan, boros garam, tetapi rendah karbohidrat serta kurang serat, selain bahaya bumbu, penyedap, pengawet, dan pewarna, serta zat kimia berbahaya lainnya.

Menu mewah juga berasal dari menu olahan, buatan pabrik yang tampak lebih memikat, lezat, tetapi bertabiat jahat buat kesehatan. Menu restoran siap saji, cenderung menjadikan lemak sebagai sumber kalori.

Lebih separuh porsi kalori diberikan oleh lemak dalam menu harian orang modern. Padahal, sehatnya jumlah kalori terbesar diperoleh dari karbohidrat (nasi, ubi, jagung, ketela). Selain itu, menu restoran dan menu mewah umumnya cenderung bukan barang segar. Selain kelewat lama diolah, bahan bakunya sudah lama disimpan, diawetkan, dan rusak oleh proses pemanasan selama dimasak.

Sampai usia lanjut tubuh memang terus membutuhkan protein. Protein hewani maupun protein nabati. Oleh karena protein hewani yang berasal dari daging merah (sapi, kambing, babi) banyak lemaknya, protein lebih sehat diperoleh dari ikan (ayam, kelinci, kalkun yang tergolong daging putih). Ikan laut lebih baik dari ikan tawar, karena selain protein, minyak ikan omega-3 dan omega-6 dari laut dalam (deep sea) berkualitas sebagai antikolesterol juga.

Menu mewah cenderung memilih daging impor yang lebih mahal, meski tidak menyehatkan karena lebih banyak kandungan lemaknya. Dalam sehari, menu mewah rata-rata berisi seperlima ekor ayam potong atau daging yang setara, dan itu tidak menyehatkan.

Konsumsi gula orang modern cenderung terus meningkat, rata-rata 25 kg/kapita/tahun. Orang Amerika, Australia, dan Kuba bahkan mencapai 60 kg/kapita/tahun. Konsumsi gula berlebihan jelas tidak menyehatkan karena bikin kegemukan (obesitas), memperberat kencing manis dan penyakit metabolik lainnya yang tergolong sebagai “penyakit peradaban”, yakni jantung, kanker, kelainan usus diverticulitis, maupun kanker perut.

Selain kelewat manis, menu mewah juga boros garam dapur. Rata-rata konsumsi garam dapur menu kita sepuluh kali lipat kebutuhan tubuh. Bisa jadi itu sebabnya kasus hipertensi meningkat di kalangan pemuja menu mewah, selain berbuntut kencing manis juga. Kita tahu kegemukan memicu munculnya diabetes, selain bangkitnya kanker payudara, prostat, atau usus.

Mengapa? Karena menu mewah (yang rata-rata diolah high refined diet) akan mengubah flora (kuman penghuni) usus, dan merusak zat-zat pencernaan, sehingga berubah menjadi pemicu kanker (karsinogenik). Hal yang sama terjadi bila kita sering sembelit.

Bila tinja berada lebih lama di dalam usus, bakteri usus berpeluang mengubah zat di sana menjadi karsinogenik. Kekurangan serat (fiber) dalam menu harian orang modern membuat rata-rata orang jadi sembelit dan tinggi angka kanker ususnya.

Menu berlemak tinggi juga mengubah komposisi bakteri usus, sehingga berubah menjadi zat karsinogenik sang pencetus kanker usus. Menu berlemak tinggi juga mengubah keseimbangan hormon seks di dalam tubuh, sehingga tubuh lebih sensitif terhadap cetusan kanker payudara.

Kita tahu, menu harian modern cenderung memakai campuran bahan kimia seperti formalin, pemanis buatan sakarin, aspartam, penyedap buatan, selain zar warna (tekstil rhodamine B), yang berefek buruk terhadap kesehatan. Efeknya mungkin tidak langsung nyata, melainkan karsinogenik bersifat kumulatif setelah sekian puluh tahun dikonsumsi.

Kesehatan kita ditentukan oleh isi meja makan keluarga, selain oleh kebiasaan jajan atau memilih menu restoran. Kasus penyakit peradaban dagu berlipat (double chin), gara-gara lebih doyan menu restoran ketimbang menu rumah. Sesungguhnya, semakin sederhana dan alami suatu menu, semakin harus dipilih karena menyehatkan.

4. Sarapan Seperti Menu Pangeran

Betul. Sarapan mestinya lebih lengkap dari sekadar mengisi perut belaka. Mengapa? Tubuh membutuhkan kelengkapan zat gizi agar kerja mesin tubuh seharian berlangsung optimal. Kekurangan protein, mineral, dan zat gizi esensial yang tubuh butuhkan dari sarapan, tak tergantikan oleh makan siang dan makan malam kalau sarapan seadanya.

Agar tubuh bugar, sarapan memang perlu lengkap dan memadai (menu seimbang). Kinerja harian akan rendah saja bila tidak sarapan atau sarapan ala kadarnya saja, termasuk prestasi anak di sekolah.

5. Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan dipertahankan agar senantiasa ideal. Parameter kelebihan atau kekurangan makan dilihat dari naik-turunnya berat badan. Untuk mengetahui berat badan ideal dapat dihitung dengan formula Body Mass Index. BMI = berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M). Indeksnya berkisar 22-25. Lebih dari 25 dinilai gemuk, dan kurang dari 20 dinilai kurus.

Seseorang akan menjadi gemuk kalau kelebihan kalori. Kelebihan kalori belum tentu berarti sudah kecukupan zat gizi bila menu tidak tergolong menu seimbang. Gemuk tetapi kurang gizi sering terjadi kini. Sudah disebut kalau kalori terbanyak dalam menu mewah diperoleh dari lemak (gorengan, gajih, santan), sedangkan dari menu tradisional diperoleh dari kelebihan makan nasi (ubi, ketela, jagung, sagu).

6. Bergerak Badan Teratur

Tidak perlu berolahraga khusus, cukup bergerak badan. Jalan kaki masih tergolong yang terbaik. Bukan jalan kaki santai, melainkan tergopoh-gopoh (brisk walking), dengan laju 100 meter/menit atau 6 km/jam, selama 40-50 menit, 5-6 kali seminggu. Atau kalau mau dihitung nilai aerobiknya, diukur dari denyut nadi. Dinilai cukup bila tercapai nilai 60-80 persen dari (220 – umur), dengan memperhatikan kondisi, dan ada tidaknya penyakit (jantung, diabetes).

Olahraga dan bergerak badan tidak menyembuhkan pembuluh darah yang sudah telanjur berkarat lemak (aterosklerosis), calon penyumbat pipa pembuluh koroner atau otak. Proses karat lemak itu sudah berlangsung sejak usia muda, berpuluh-puluh tahun apabila lemak darah (profil lipid) dibiarkan tinggi (kolesterol, trigliserida).

7. Tidak Merokok

Asap rokok tergolong karsinogenik kuat. Orang modern berisiko kena kanker dari asap rokok dan menu mewah. Tidak ada cara mengurangi risiko terkena kanker dari rokok kecuali berhenti merokok. Tidak juga dengan memilih rokok jenis mild.

Buat jantung, asap rokok ikut merusak pembuluh darah jantung, penambah tinggi hipertensi, dan efek bagusnya hanya memberi rasa segar (stimulans otak). Merokok termasuk salah satu risiko terkena jantung koroner maupun stroke.

Perokok pasif sama berat, kalau bukan lebih berat dibanding perokok aktif. Perlu ditata ruang khusus merokok di setiap tempat-tempat umum. Kita juga tercemar ribuan zat dan gas di udara. Asap dan jelaga batu bara bila memasuk dengan campuran sulfur, asap mobil, gas CO, timah hitam (timbel), nikel, kadmium, berilium, selain ozon, dan hujan asam (akibat cemaran belerang).

Jadi, kalau saja ketaatan menjalani pola hidup sehat sudah tinggi sejak muda, dan sekarang pun belum terlambat memulainya, baik penyakit yang tak perlu terjadi maupun sekiranya membawa bakat terkena penyakit metabolik dan degeratif, tak perlu sampai menimpa diri kita. Bakat kencing manis dan darah tinggi mungkin tak perlu muncul. Begitu juga jika berbakat asam urat.

Dengan berpola hidup sehat sepanjang hayat, ada bonus umur lebih panjang dihadiahkan bagi hidup kita. Bukan saja tidak mati prematur dan bisa meraih umur yang lebih panjang, melainkan juga seperti cita-cita orang di negara maju kini, selain berumur panjang juga tetap sehat (healthy aging).

Orang suka bilang, “Saya tidak takut sakit karena saya punya uang untuk menyembuhkannya.” Pikiran itu tidak sepenuhnya benar. Strategi yang bijak seyogianya bukanlah itu. Lalu bagaimana?

Agar sehat, masyarakat butuh dua hal: pemerintah yang bijak dan tertib berpola hidup sehat. Untuk memahami pola hidup sehat, orang tak perlu menjadi dokter. Wawasan sehat diperoleh dari membaca, mendengar, dan menyaksikan uraian kesehatan. Berikut ini beberapa di antaranya.

Sumber: http://64.203.71.11/ver1/Kesehatan/0801/11/230902.htm

Mencegah Perut Buncit Dengan Kedelai


Bagi wanita, penampilan adalah salah satu hal terpenting. Tubuh yang ramping dan indah selalu menjadi dambaan setiap kaum Hawa, supaya mereka terlihat sempurna. Namun masalah biasanya muncul ketika wanita mulai memasuki masa-masa menopause atau berhentinya masa menstruasi. Seorang wanita biasanya mulai mengalami masalah fisik dan psikis terkait perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Masalah ini bisa merembet ke hal lain termasuk pada bentuk tubuh yang tidak lagi indah seperti saat remaja. Terhentinya haid atau menstruasi dapat menyebabkan penimbunan lemak di bagian-bagian tubuh tertentu terutama di sekitar pinggang, sehingga limgkar pinggang meningkat. Dengan kata lain, Anda makin lama makin gendut. Masalah penimbunan lemak ini tentu tak bisa dibiarkan begitu saja. Kini ada sebuah harapan baru untuk mengatasi problema lemak ini salah satunya dengan mengonsumsi kedelai secara teratur. Sebuah riset yang dilakukan para peneliti belum lama ini menunjukkan, konsumsi minuman kedelai dapat memperbaiki penampilan perempuan. Dalam riset, perempuan pascamenopause yang mengonsumsi minuman kedelai secara teratur setiap hari selama tiga bulan, cenderung memiliki perut lebih ramping dibanding rekan mereka yang minum susu. Kedelai mengandung isoflavon, yang strukturnya sama dengan estrogen dan menempel pada reseptor estrogen di lapisan lemak. Jadi, secara teori isoflavon pada kedelai dapat membantu mengatur metabolisme lemak tubuh. “Temuan ini tampaknya yang pertama menunjukkan bahwa protein dapat mempengaruhi distribusi lemak di perut,” ungkap pimpinan riset, Dr Cynthia K. Sites, dari Universitas Alabama di Birmingham yang mempublikasikan risetnya pada jurnal kedokteran “Fertility and Sterility” Dalam risetnya, Sites melibatkan sebanyak 18 wanita berusia 50-an yang telah memasuki masa menopause antara satu hingga lima tahun. Setengah dari mereka diberi minuman shake dari kedelai setiap hari, sedangkan setengah lagi mengonsumsi milkshake yang mengandung protein casein. Responden diminta meminum setengah takar minuman shake tersebut ketika sarapan dan setengah lagi saat makan malam. Mereka juga harus mengganti minuman sehari-hari dengan makanan lain guna mencegah penambahan berat badan. Setelah tiga bulan berjalan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang meminum kedelai mempunyai lingkar lemak perut lebih ramping dibanding yang meminum susu, meski kedua kelompok menunjukkan perubahan yang sama dalam berat dan lemak seluruh tubuh. “Belum jelas mengapa protein pada kedelai dapat mempengaruhi lemak khususnya di lingkar perut. Apapun mekanismenya, data kami menunjukkan protein kedelai yang mengandung isoflavone dapat mencegah akumulasi lemak di perut,” ungkap Sites. Peneliti menekankan bahwa mencegah penimbunan lemak pada usia paruh baya sangat penting artinya karena lemak yang berlebihan pada perut berkaitan dengan tingginya risiko mengidap diabetes dan penyakit jantung. Mereka juga berharap akan ada penelitian lanjutan untuk mengungkap potensi besar protein pada kedelai.